Rabu, 29 Agustus 2018

5 Smartphone Canggih yang Kurang Laris di Pasaran


5 Smartphone Canggih yang Kurang Laris di Pasaran

Siapa yang menyangka jika ada beberapa smartphone canggih yang kurang laris di pasaran. Beberapa faktor smartphone ini kurang laku disebabkan muncul pada waktu yang kurang tepat atau bisa jadi juga karena kompetitor memberikan value lebih baik sehingga membuat konsumen berpaling.

Berikut ini adalah beberapa smartphone canggih yang kurang laris di pasaran dan dianggap gagal karena tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar. Beberapa diantaranya bahkan memiliki nama besar hingga saat ini. Yuk simak aja daftarnya.

Sony Xperia XA Ultra
Sony Xperia XA Ultra

Meskipun kameranya banyak digunakan beberapa smartphone flagship karena kendali sensor dan kualitas hasil fotonya namun tak membuat Sony bisa mendulang sukses dengan produknya sendiri. Nama besar Sony pernah berjaya di masa lalu tapi sepertinya gagal bisa beradaptasi dan survive di tengah persaingan smartphone yang makin ketat.

Sebut saja Sony Xperia XA Ultra yang dianggap terlalu mahal jika dibandingkan dengan beberapa fitur yang diberikan. Padahal smartphone ini tak jelek-jelek amat kok. Prosesornya sudah disokong dengan MediaTek Helio P20 dan kamera belakang dengan sensor 23MP. Baterainya dengan kapasitas 2700mAh pun sudah didukung dengan fitur fast charging. Sayang, ponsel ini dianggap gagal di tahun 2017.

Blackberry KeyOne
Blackberry KeyOne

Blackberry pernah menjadi raja di Indonesia bahkan di dunia dengan fitur percakapanya. Dulu, pada masa jayanya, siapapun akan menanyakan PIN BB setelah meminta nomor handphone. Namun sayang, setelah muncul Android yang menawarkan harga yang lebih murah dan beberapa aplikasi percakapan instan yang lebih menarik, Blackberry akhirnya tenggelam.

Beberapa kali mencoba bangkit dengan menawarkan produk terbaru dengan mengusung sistem operasi Android seperti Blackberry KeyOne. Sayang, percobaan ke sekian kalinya ini juga dianggap sepi dari respon pasar. Alasannya sederhana karena di saat semua smartphone sudah menggunakan layar Full HD, Blackberry KeyOne masih menawarkan keypad yang sudah dianggap ketinggalan zaman. Smartphone ini juga dianggap kemahalan dengan spesifikasi yang diberikan.

Xiaomi Mi Max 2

Xiaomi Mi Max 2
Tak semua produk Xiaomi ternyata bisa dengan mudah diterima di pasaran. Salah satunya adalah Xiaomi Mi Max 2 yang kalah pamor dengan Asus Max Pro M1. Padahal ponsel ini sudah menggunakan desain tanpa bezel untuk pertama kalinya.

Ponsel ini sudah dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 835 dan RAM 6 GB. Sayang tetap tidak bisa mendongkrak popularitasnya. Dengan layar 5,99 inci dan menawarkan Full Display, smartphone ini tetap memiliki kelemahan pada sektor kamera belakang yang ketinggalan di saat kompetitor sudah mengenalkan dual camera atau kamera ganda. .

Asus Zenfone AR

Asus Zenfone AR
Tak ubahnya seperti Xiaomi yang gagal dengan Mi Max 2 dengan kapasitas baterai 3.400mAh. Asus juga menuai kegagalan yang sama dalam memasarkan Asus Zenfone AR yang memiliki kapasitas baterai 3.300mAh.

Smartphone ini sudah ditunggangi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 821 dengan dukungan RAM 8GB. Sayang publik tetap kurang tertarik apalagi perangkat ini masih berjalan dengan sistem operasi Android 7.0 Nougat dimana kompetitor sudah mengusung sistem operasi terkini. Dengan sensor kamera belakang 23MP tetap tak bisa membuatnya sesukses Asus Max Pro M1. 

LG G6

LG G6

LG sudah dianggap gagal ketika memproduksi LG G5 apalagi dengan harganya yang cukup tinggi. Berharap bisa membalikkan nasib baik dengan meluncurkan LG G6, ternyata LG mendapatkan nasib yang tidak berbeda.

Ponsel dengan prosesor Snapdragon 821 dan RAM 4GB dengan Internal memori 32GB masih belum mampu mengangkat derajatnya. LG G6 sebetulnya sudah lebih adaptif dengan menampilkan layar 5,7 inci full vision display. Sayang, desainnya yang kaku menjadikan ponsel ini terlihat seperti memiliki sebuah kacamata di bagian belakang.

Itulah beberapa smartphone canggih yang kurang mendapatkan sambutan pasar. Lebih teliti lagi dengan beberapa smartphone yang hendak kamu beli apalagi jika kamu memanfaatkan kredit tanpa kartu kredit. Jangan sampai rugi dua kali.

Membeli smartphone ibarat sebuah investasi. Jika membeli smartphone yang tepat, justru usia pakainya bisa lebih lama hingga 5 tahun. Memanfaatkan kredit tanpa kartu kredit dari Kredivo pun tak bakalan rugi. Pasalnya bunganya lebih rendah 50% jika dibandingkan dengan perusahaan non-kredit lainnya. Hanya dengan 2.95% saja, sedangkan layanan kredit tanpa kartu kredit lain bisa menetapkan bunga hingga 1% per hari. Dengan Kredivo, tak hanya bunganya yang rendah, masa cicilannya juga variatif, mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan. Jika kamu berusia 18-60 tahun, berdomisili di Jabodetabek, Kota Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, atau Medan, dan berpenghasilan minimal Rp 3 juta per bulan, maka kamu bisa langsung mendaftar Kredivo dan kredit tanpa kartu kredit barang pilihanmu di lebih dari 200 e-commerce rekanan Kredivo seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan masih banyak lainnya. Informasi selengkapnya mengenai Kredivo bisa dicek di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar